Hi,
belows are the article that I collected about the indonesian state motto from the Indonesian News Paper;

The Sanskrit words in the state motto Bhinneka Tunggal Ika, which has been loosely translated as Unity in Diversity, but let us not forget that it has taken a lot of efforts by people with such diverse backgrounds — from culture, ethnicity and religion to language, tradition and custom — to make Indonesia what it is today. Most of us probably do it subconsciously. Others, because they are more exposed to diversity for one reason or another know that they have had to work extra hard to make unity in diversity work.

….more….

Darmanto Jatman

Sumbangan Jawa paling jelas untuk peradaban pluralis(me) tentu saja adalah yang ditulis
oleh Mpu Tantular: “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mngrwa“,
karena hanya dengan hormat akan perbedaan itulah wacana bisa dikembangkan
untuk tujuan yang mulia. Gus Dur bisa menjadi rahmatan lil alamin.
Alamarhum Rama Mangun bekerja dan berdoa untuk kaum muslim papa. Th Sumartana
mendirikan lembaga “Interfidei”. Dalam padang terbuka untuk mencapai
kemuliaan bersama.

Tempo dulu para raja Jawa membiasakan diri untuk mengunjungi paguron
tempat para wiku tinggal untuk “ngangsu kawruh” sekaligus
meneguhkan kebenaran yang mereka yakini. “Kalau tidak malah tapa
brata
sekalian dan menemukan kebenaran mereka sendiri, sabda pandhita
ratu tan kena wola-wali
,” ujar Bagong.

Tepat sekali. Itulah yang dilakukan Arjuna guna memperoleh wahyu dewata,
melaksanakan darmanya sebagai ksatria melenyapkan Niwatakawaca yang ngosak-asik
harmoni dunia.

Manusia itu tinitah maneka warna, itu adalah sunatullah.
Bahkan masing-masing orang punya darma, amanah masing-masing yang berbeda-beda.
Ada yang jadi ksatria, ada yang jadi denawa. “Keduanya harus dicatet,
keduanya dapat tempat” kalau kita nyabet baris-baris sajak Chairil
Anwar dalam sajak “Catetan Tahun 1946″. Sekalipun begitu, sudah
garisnya, maktub, Niwatakawaca tergila-gila pada Dewi Supraba, lalu mencoba
merebutnya dari Junggringsalaka, sehingga para dewa terpaksa cari jago:
Arjuna. “Tan Hana Dharma Mangrwa…..more…..